11.27.2008

Global Warming - Apa dan mengapa


Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 - yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).



Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.

Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 - 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb - 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan? Alur waktu prediksi dan dampak dari perspektif sains dapat dibaca pada bagian kedua tulisan ini.

Mengenal Binokular untuk Astronomi


Apabila kebanyakan dari kita ditanya alat apa yang bisa digunakan untuk melihat keindahan langit, bisa dipastikan teleskop adalah kata yang pertama kita ingat. Padahal ada alat alternatif lain yang mungkin sering kita lupakan. Yaitu Binokular, alat ini mungkin lebih dikenal untuk mengamati objek-objek terestrial. Tapi jangan salah, alat ini sangat memadai untuk mengamati objek-objek astronomi.

Binokular adalah alat yang sangat mudah dibawa kemanapun sehingga memungkinkan untuk melihat berbagai objek dengan lebih cepat tanpa harus kerepotan dengan melakukan bongkar pasang. Tapi banyak sekali jenis binokular yang beredar saat ini, sehingga kita harus pintar memilih binokular yang tepat dan sesuai untuk tujuan yang kita inginkan. Jadi, apabila anda ingin membeli binokular untuk stargazing, semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit petunjuk.

Spesifikasi yang pertama harus diperhatikan untuk memilih binokular adalah aperture atau diameter lensa depan binokular. Semakin besar aperture berarti semakin banyak pula lensa mengumpulkan cahaya. Ukuran aperture ini bisa dilihat dari 2 angka yang biasanya tertulis di tiap binokular. Misalnya 7X35, berarti binokular ini berdiameter 35 mm dan memiliki perbesaran (magnification) mencapai 7x. Kebanyakan binokular berdiameter 35mm, akan tetapi untuk keperluan astronomi sebaiknya anda memilih paling tidak binokular yang berdiameter 40mm.

Untuk fungsi perbesaran, sebaiknya kita memilih binokular yang seperti apa? Perlu dipahami bahwa menggunakan binokular seperti menggunakan teleskop refraktor dengan dua mata sekaligus. Sehingga kita harus memperhatikan cara kerja dan kemampuan mata yang unik untuk tiap orang. Secara umum, untuk keperluan astronomi anda bisa memilih binokular dengan magnification 7x. Disarankan pula apabila anda memilih binokular dengan ukuran yang besar, misalnya 10×50, anda harus menggunakan tripod untuk mendapatkan gambar yang lebih stabil dan tajam.

Karena keunikan masing-masing mata tersebut kita harus memperhatikan spesifikasi yang lain. Yaitu exit pupil binokular, yaitu lebar berkas cahaya yang melewati eyepiece binokular. Exit pupil bisa dihitung dengan membagi besarnya aperture dengan perbesarannya. Misalnya, binokular dengan spesifikasi 7×50 memiliki exit pupil sekitar 7mm. Pada umumnya ukuran exit pupil mata manusia pada siang hari adalah 2 mm dan pupil akan membesar ketika menerima lebih sedikit cahaya. Untuk stargazing biasanya digunakan binokular dengan exit pupil sekitar 5mm. Tetapi akan lebih baik apabila exit pupil binokular disesuaikan dengan besarnya pupil mata kita. Sebagai informasi besar pupil mata manusia sangat bergantung pada umur. Secara umum besar pupil mata manusia dengan kondisi sedikit penerangan kurang lebih 7 mm, untuk orang yang berumur 30 tahun ke bawah. Dan sekitar 5 mm untuk 40 tahun ke atas. Apabila kita menggunakan binokular dengan exit pupil yang lebih besar dari ukuran besar pupil mata, cahaya yang datang tidak sepenuhnya dapat diterima oleh mata sehingga mengakibatkan gambar terlihat lebih redup.

Field of View (FOV) atau medan pandang adalah hal yang juga harus anda perhatikan. FOV ini biasanya dikenali dengan berapa derajat besarnya FOV. Secara umum semakin besar FOV berarti medan pandang semakin luas, tetapi perlu diketahui semakin besar perbesaran akan mengurangi besarnya FOV. Kebanyakan binokular memiliki FOV sekitar 6 deg sampai 7 deg.

Satu hal yang sangat penting pula adalah tipe prisma yang digunakan oleh binokular. Terdapat dua tipe prisma yang digunakan, yaitu porro dan roof. Berikut adalah ilustrasi jalannya cahaya dengan dua jenis prisma yang berbeda.



Untuk keperluan astronomi disarankan anda memilih binokular dengan porro prisma. Binokular dengan kualitas tinggi dibuat dari barium crown glass (BaK-4). Dan akan lebih sempurna apabila coating lensanya Fully multy-coated. Hati-hati jangan memilih binokular dengan coating lensa ruby coated, karena jenis coating lensa ini diperuntukan untuk keadaan yang terang.

Yang terakhir adalah kolimasi, kolimasi dalam pemilihan binokular ini berarti antara optik dan mekaniknya teralign dengan sempurna. Bagaimana cara mengenali binokular yang terkolimasi? Coba gunakan binokular yang akan dipilih dengan mengamati objek yang jauh, dekat, dan objek antara jarak dekat dan jauh. Apabila anda tidak dapat memfokuskan objek-objek tersebut berarti ada masalah kolimasi pada binokular tersebut. Kolimasi binokular juga bisa dilihat dengan cara menfokuskan binokular dengan menutup sebelah mata, apabila kita tidak bisa menfokuskan dengan cara ini berarti ada masalah dengan kolimasinya.

Mengenai harga binokular tentunya bervariasi bergantung spesifikasinya. Tapi tentu saja harga lebih bisa dijangkau dibandingkan dengan harga teleskop. Binokular kecil untuk astronomi harganya berkisar 25$, sedang untuk ukuran sedang bervariasi antara 50$ sampai 75$. Dan untuk ukuran besar harganya mulai dari harga 100$.

5.25.2008

Majas

Majas

Majas (figurative language) adalah bahasa kias, bahasa yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu .
Majas merupakan bentuk retoris, yang penggunaannya antara lain ditujukan untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi pembaca.
Macam-macam majas :

1. Majas perbandingan

- Asosiasi (smile) : Majas perbandingan 2 hal yang berbeda tapi dianggap sama.
Ditandai dengan penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti
- Metafora : Majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat dan padat.
- Personifikasi : Membandingkan benda seolah-olah bernyawa seperti manusia.
- Alegori : Majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
- Parabel : Berupa cerita (tentang pedoman hidup, ajaran agama dan petuah).
- Simbolik : Melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda lain sebagai simbol .
- Tropen : Menggunakan kata yang sejajar artinya (mirip atau semakna).
- Metonomia : Memakai nama ciri yang ditaukan dengan nama orang, barang sebagai pengganti.
- Litotes : Mengecilkan atau mengurangi kenyataan sebenarnya.
- Sinekdokhe : Menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama kesuluruhan.
1. Pars pro toto : sebagian untuk seluruhnya
2. Totem pro parte : seluruhnya untuk sebagian
- Eufemisme : Menggantikan 1 pengertian dengan kata lain yang hampir sama dengan maksud lebih sopan.
- Hiperbola : Mengandung peryataan yang berlebihan dengan maksud memperhebat
- Alusio : Menujukan secara tidak langsung kepada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.
- Antonomasia : Menggunakan kata-kata tertentu sebagai nama panggilan seseorang.
- Parafrasis : Menjelaskan suatu kata menjadi serangkaikan kata yang mengandung arti yang sama dengan kata yang digantikan.

2. Majas sindiran

- Ironi : Menyatakan makna bertentangan dengan maksud menyindir atau mengolok-olok.
- Sinisme : Menyatakan sindiran secara langsung.
- Sarkasme : Majas sindiran terkasar

3. Majas penegasan

- Pleonasme : Menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suku kata.
- Repetisi : Perulangan kata-kata sebagai penegasan.
- Paralelisme : Sama dengan repetisi, tapi biasanya terdapat dalam puisi.
- Aliterasi : Memanfaatkan kata yang bunyi awalnya sama
- Antanaklasis : Mengandung ulangan kata yang sama tapi maksna berbeda
- Kiasmus : Perulangan sekaligus mengandung inversi.
- Tautologi : Mengulangi beberapa kali suatu kata dalam kalimat.
- Klimaks : Menyatakan beberapa hal berturut-turut yang semakin lama semakin hebat.
- Antiklimaks : Menyatakan beberapa hal berturut-turut yang semakin lama semakin menurun.
- Elipsis : Didalamnya terdapat penghilangan kata atau bagian kalimat.
- Inversi : Dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.
- Retoris : Berupa kalimat Tanya yang tak pelu jawaban.
- Koreksio : Dipakai untuk ralat baik kesalahan yang disengaja maupun yang tidak.
- Asidentom : Menyatakan beberapa keadaan atau benda tanpa kata penghubung
- Polisedenton : Menggunakan kata menghubung dalam kalimat
- Interupsi : Penegasan yang menggunakan sisipan ditengah-tengah kalimat pokok.
- Eksklamaso : Menggunakan kata seru sebagai penegas.
- Enumerasio : Melukiskan satu per satu peristiwa untuk menegaskan suatu keadaan secara keseluruhan.
- Praterito : Digunakan pengarang untuk meyembunyikan atau merahasiakan sesuatu.




4. Majas pertentangan

- Paradoks : Mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta yang ada.
- Antitesis : Mempergunakan paduan kata yang berlawanan artinya
- Anakroisme : Menceritakan peristiwa yang tidak sesuai dengan sejarah.
- Oksimoron : Antar bagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.

Contoh Majas :
1.Semangatnya keras bagaikan baja. (asosiasi)
2.Wajahnya bagai bulan purnama. (asosiasi)
3.Semangatnya keras bagaikan baja. (asosiasi)
4.Mukanya pucat bagai mayat. (asosiasi)
5.Pak Budi sangat rajin dan jujur oleh Karen itu dia menjadi anak emas majikannya. (metafora)
6.Perpustakaan adalah gudang ilmu. (metafora)
7.Aku sangat mencintai buku karena buku adalah jendela dunia. (metafora)
8.Raja siang keluar dari ufuk timur. (metafora)
9.Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk. (personifikasi)
10.Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam jumat pahing. (personifikasi)
11.Daun kelapa melambai-lambai ditepi pantai. (personifikasi)
12.Awan hitam menebal diiringi halilintar besahut-sahutan. (personifikasi)
13.Tepat pukul 7 pagi, bel sekolah memangil-manggil kami untuk masuk kelas. (personifikasi)
14.Sikap Mariam yang seperti bunglon membuat kami bingung. (simbolik)
15.Rentenir itu menyengsarakan para petani bagai lintah darat. (simbolik)
16.Sejak sang pacar meninggalkannya, sepanjang hati Zirah hanya berkubur saja didalam kamarnya. (tropen)
17.Besok kami sekeluarga akan terbang ke Bali untuk berlibur. (tropen)
18.Zirah duduk melamun, hanyut dibawa perasaannya. (tropen)
19.Sudah sebulan Eko kerjanya hanya mengukur jalan ibukota saja. (tropen)
20.Aku senang sekali membaca J.K. Rowling dan Andre Hirata. (metonomia)
21.Dalam pertandingan Uber Cup 2008, Indonesia hanya memperoleh perunggu. (metonomia)
22.Ayah baru saja membeli Zebra, padahal saya ingin Kijang. (metonomia)
23.Kami berharap Anda dapat menerima pemberian yang tak berharga ini. (metonomia)
24.Honorku tak seberapa, hanya cukup untuk membiayai kebutuhan aku setiap bulan saja. (metonomia)
25.Pertolongan apakah yang Saudara harapkan dari saya yang hina dan bodoh ini?. (metonomia)
26.Terimalah bingkisanku yang tidak berarti ini. (metonomia)
27.Paman saya mempunyai atap di Jakarta. (pars pro toto)
28.Sampai sore ini, Wibi belum keliatan batang hidungnya. (pars pro toto)
29.Ibu membeli tiga ekor ayam untuk lebaran. (pars pro toto)
30.Indonesia meraih medali perunggu dalam kejuaran Uber Cup 2008. (totem pro parte)
31.Sekolah kami meraih juara pertama dalam pertandingan bola basket minggu lalu. (totem pro parte)
32.Penjahat perang Bosnia telah diamankan PBB. (eufemisme)
33.Karyawan Adam Air telah dirumahkan sejak 3 bulan yang lalu. (eufemisme)
34.Saya terkejut setengah mati mendengar perkataan Bimo. (hiperbola)
35.Tubuhnya kurus kering setelah ditinggal ayahnya. (hiperbola)
36.Pekik merdeka berkumandang diangkasa. (hiperbola)
37.Cita-citaku selalu melangit. (hiperbola)
38.Bayak korban berjatuhan akibat kekejaman Nazi. (alusio)
39.Apakah setiap guru harus bernasib seperti Umar Bakri? (alusio)
40.Ketika sang surya keluar dari peraduannya kami berangkat. (parafrasis)
41.Kuda besi yang panjang itu terus berlari hingga stasiun akhir. (parafrasis)
42.Rapor Andi bagus sekali, banyak angka merahnya. (ironi)
43.Rajin sekali kamu, setiap PR tidak pernah dikerjakan. (ironi)
44.Pandai sekali kau baru datang ketika rapat mau selesai. (ironi)
45.Perkataanmu tadi sangat menyebalkan. Kata-kata itu tidak pantas disampaikan orang terpelajar seperti kamu!. (sinisme)
46.Bisa-bisa aku jadi gila melihat kelakuanmu!. (sinisme)
47.Mereka turun kebawah untuk melihat keadaan barang-barang yang jatuh. (pleonasme)
48.Aku menyaksikan peristiwa menyedihkan itu dengan mata kepalakuku sendiri. (pleonasme)
49.Selamat datang pahlawanku, selamat datang pujaanku, selamat datang bunga bangsaku. (repetisi)
50.Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lampus (paralelisme)
51.Inilah indahnya mimpi, insan ingat ingkar. (aliterasi)
52.Karena buah penanya yang controversial, dia menjadi buah bibir masyarakat. (antanaklasis)
53.Sebagai tim, kita harus mengantungkan diri satu sama lain. Kalau tidak, kita akan mengantung diri. (antanaklasis)
54.Yang ikayaI merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya. (kiasmus)
55.Dalam kehidupan ini, banyak orang pintar yang mengaku bodoh dan orang bodoh yang merasa dirinya pintar. (kiasmus)
56.Disuruhnya aku bersabar, bersabar, dan sekali lagi bersabar, tetapi aku tidak tahan lagi. (tautologi)
57.Kehendak dan keinginan kami adalah membuat Wibi emnjadi seseorang yang berguna kelak. (tautologi)
58.Siapa yang takkan tertarik kepada orang yang ramah, baik serta berbudi seperti Bagas. (tautologi)
59.Semua jenis kendaraan, mulai dari sepeda, motor sampai mobil berjejer memenuhi halamat rumah Pak Adri. (klimaks)
60.Ketua RT, RW, lurah, camat, bupati, gubernur maupun presiden memiliki kedudukan yang sama dihadapan Allah. (klimaks)
61.Bapak kepala sekolah, para guru dan pra siswatelah hadir dilapangan upacara. (antiklimaks)
62.Gedung-gedung, rumah-rumah dan gubuk-gubuk semuanya mengibarkan bendera Sang Merah Putih di hari ulang tahun kemerdekaan RI. (antiklimaks)
63.Kami sekeluarga ke Purwokerto. (elipsis)
64.Siapa yang tak ingin bahagia di dunia dan di akherat? (inversi)
65.Dia adikku, eh bukan, kakakku. (retoris)
66.Mama ada di kamar, eh maaf, di kamar mandi. (retoris)
67.Kain-kain, barang pecah belah, mainan anak-anak, buku pelajaran semua ada ditoko itu. (asidenton)
68.Setelah pekerjaannya selesai, Bagas berkemas-kemas untuk pulang karena hari sudah mulai gelap, lagipula hari mendung pertanda akan hujan. (polisedenton)
69.Bimo merasa enggan –sesungguhnya takut- karena ia telah mendengar kabar bahwa Ibu Murni memanggilnya. (interupsi)
70.Aku –kalau bukan karena terpaksa- tidak akan mau melakukan pekerjaan ini. (interupsi)
71.Angin berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana sini bintang-bintang bergemerlapan. semuanya berpadu membentuk lukisan yang harmonis. itulah kehidupan sejati. (enumerasio)
72.Apa gunanya kukatakan lagi? Bukankah itu sudah menjadi rahasia umum? (praterito)
73.Aku merasa kesepian ditengah-tengah keramaian kota Jakarta. (paradoks)
74.Gajinya besar tapi hidupnya melarat. (paradoks)
75.Tua muda, besar kecil pria wanita hadir dalam pesta itu. (antesis)

5.10.2008

Polusi


Polusi

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah
normal
2. berada pada waktu yang tidak
tepat
3. berada pada tempat yang tidak
tepat

Gbr. Lingkungan Dikelilingi Polusi

Sifat polutan adalah:
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi

2. merusak dalam jangka waktu lama.

Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.

a. Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,
bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.

b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah
kaca.

c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.

d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.

Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.

Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.

2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.

a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
racun.

b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.

c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming
alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
karena sinar matahari terhalang.

Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.

Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

4. Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

b. Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.

1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba
coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

c. Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada
panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

2. Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik.

Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.

d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.



Template by : x-template.blogspot.com