5.10.2008


Koleksi dan Pengawetan Makhluk Hidup

· Serangga / Laba-laba

Kapas dicelupkan kedalam kloroform dan dimasukkan kedalam botol berikut serangganya juga. Hewan akan mati karena menghirup kloroform.

Serangga dapat diawetkan didalam larutan alkohol

· Bekicot / hewan bercangkang

Bagian lunaknya dibuang. Cangkangnya dicuci dan disimpan

· Kecebong / hewan-hewan lunak

Disimpan dalam alcohol 70% atau formalin 40% disebut awetan preparat basah

· Tanaman berbunga

Diletakan diantara 2 lembar kertas Koran lalu dimasukan kedalam buku yang tebal dan dibiarkan mengering

· Lumut, lumut kerak, buah dan biji

Disimpan sampai kering

· Ganggang

Untuk ganggang yang keras dibiarkan hingga kering

Untuk ganggang yang kunak, dimasukan kedalam air agar bagian-bagiannya terentang, kemudian dibiarkan hingga kering



Alat/Benda Optik

MIKROSKOP

Latar Belakang
Mikroskop merupakan alat bamtu utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur benda-benda yang kecil.

Pelopor pembuat mikroskop adalah Antonie van Leuwenhoek

Ada 2 macam mikroskop, yaitu mikroskop optic dan mikroskop electron. Mikroskop optic yang sering digunakan adalah mikroskop biologi dan mikroskop stereo.
Salah satu pengukur objek miskroskopis adalah micrometer. Ada 2 macam micrometer yaitu micrometer objektif dan micrometer okuler. Alat ini dapat berfungsi apabila dipakai bersama-sama dengan mikroskop.

MACAM-MACAM MIKROSKOP


1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali.

Mikroskop memiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor.

Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.

Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler).

Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor.

Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar.

Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi.

Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:

(1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati

(2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 3 kali, sehingga perbesaran objek total minimal 30 kali.

3. Mikroskop Elektron
Adalah sebuah mikroskop yang mampu melakukan pembesaran obyek sampai dua juta kali.

Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan.

6. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk.

7. Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma benda hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fase kontras.

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA MIKROSKOP

Sifat bayangan pada mikroskop di tentukan pada 2 lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler.

Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedangkan lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar.
Mikroskop yang terdiri dari lensa positif bayangan akhir barada jauh tak terhingga, yang memiliki sifat bayangan diperbesar, maya dan tegak

Pengertian Alat/Benda Optik

Benda optik adalah benda yang menggunakan lensa optik untuk melakukan fungsinya dalam membantu kegiatan tertentu.

Lensa optik bisa terbuat dari bahan kaca, plastik, fiber, dan lain sebagainya.

Berikut di bawah ini merupakan arti definisi / pengertian dari beberapa benda / alat optik yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Teropong Bintang

:

digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda di luar angkasa seperti bulan, bintang, komet, dan lain sebagainya.

Sifat bayangan Teropong bintang adalah maya, terbalik dan diperbesar.

Teropong Bumi

:

alat yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda jauh yang ada di permukaan bumi.

Bayangan yang terbentuk sifatnya maya, diperbesar dan tegak.

Mikroskop

:

alat yang dapat digunakan untuk melihat suatu benda yang jaraknya dekat dengan ukuran yang sangat kecil (mikron) untuk diperbesar agar dapat dilihat secara detil. Biasanya digunakan untuk melihat bakeri, sel, virus, dan lain-lain.

Sifat bayangan yang terjadi yaitu maya, terbalik dan diperbesar

Teropong Prisma

:

teropong yang berfungsi untuk melihat benda yang jauh agar tampak lebih dekat dan terlihat jelas.

Periskop

:

digunakan oleh kapal selam yang pada umumnya digunakan untuk melihat keadaan sekitar di luar kapal selam.

Teropong Cermin

:

digunakan untuk melihat benda-benda langit antariksa.

Sifat gambar tidak terbalik, diperbesar, maya.

Teropong Radio

:

benda optik yang digunakan untuk melihat benda angkasa di luar angkasa yang jaraknya sangat jauh sekali.

Episkop

:

berguna untuk memproyeksikan gambar yang tidak tembus cahaya.

Sifat bayangan tegak diperbesar

Proyektor Slide

:

alat yang memiliki fungsi menampilkan bayangan sebuah gambar positif yang dapat ditembus cahaya.

Overhead Proyektor / OHP

:

benda yang berguna untuk melihat bayangan gambar diapositif seperti yang umumnya digunakan untuk presentasi di kelas

Kaca Pembesar / Lup / Loop

:

benda optik yang berguna untuk mengamati benda kecil agar tampak lebih besar dan jelas dengan menggunakan jenis lensa positif




Pengamatan Gejala Alam


PENGAMATAN GEJALA ALAM

Gejala Alam Biotik dan Abiotik

Dalam alam semesta kita, dapat dibedakan menjadi 2 komponen, yaitu :

1. Komponen abiotik

merupakan komponen dalam alam semesta yang tidak hidup, misalnya udara, air, cahaya, dll.

2. Komponen biotik
merupakan komponen dalam alam semesta yang hidup, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, dll.

Alam semesta dipelajari oleh ilmu SAINS.
Ilmu SAINS terdiri dari 3 cabang ilmu yaitu :

1. Ilmu Fisika, mempelajari segala sesuatu tentang abiotik berupa sifat wujud zat dan peristiwa-peristiwa alam.

2. Ilmu Kimia, mempelajari segala sesuatu tentang zat-zat yang terkandung dalam komponen abiotik dan biotik.

3. Ilmu Biologi, mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup.

Materi-materi yang dipelajari oleh BIOLOGI :
1. Ciri-ciri makhluk hidup
2. Klasifikasi makhluk hidup
3. Keanekaragaman pada tingkat organisasi kehidupan
4. Keanekaragaman pada tingkat ekologis (lingkungan)
5. Keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestariannya
6. Kepadatan populasi penduduk
7. Pencemaran dan kerusakan lingkungan


Cara saintis bekerja :
1. bekerja dengan metode ilmiah
2. bekerja dengan sikap ilmiah
3. bekerja dengan komunikasi ilmiah

Langkah-langkah dalam metode ilmiah :
1. MERUMUSKAN MASALAH
Merumuskan permasalahan dalam bentuk pertanyaan
2. OBSERVASI (pengamatan)
Mengobservasi bertujuan untuk mengumpulkan data. Ada 2 macam observasi :
-Observasi Kualitatif, merupakan pengamatan menggunakan alat indera, misal melihat, mendengar, membau, meraba, merasa.
Data observasi kualitatif berupa kalimat deskriptif (penjelasan)
- Observasi Kuantitatif, merupakan pengamatan menggunakan alat ukur, misal menimbang, mengukur, mengukur volume, dll.
3. HIPOTESIS
Menduga sementara jawaban dari Rumusan Masalah berdasarkan hasil Observasi.
4. EKSPERIMEN
Membuktikan hipotesis dengan melakukan percobaan.
5. KESIMPULAN
Menyimpulkan jawaban apakah hipotesis diterima atau ditolak.
6. EKSPERIMEN ULANG
Jika hipotesis ditolak maka harus melakukan eksperimen ulang

Sikap Ilmiah yang harus dimiliki saintis adalah :
1. Ingin tahu
2. Jujur
3. Teliti
4.Terbuka
5. Mau menerima masukan
6. Obyektif

Komukasi Ilmiah diperlukan untuk membuat Laporan hasil Eksperimen. Macam-macam komunikasi ilmiah adalah :
1. Deskripsi
2. Tabel
3. Diagram
4. Bagan
5. Gambar



5.09.2008

ILMU BIOLOGI

ILMU BIOLOGI

Pengertian Ilmu Biologi

Ilmu bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Yang dibahas dalam ilmu biologi tidak lain adalah yang masih berkaitan dengan makhluk hidup, seperti zat yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta berbagai hal mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Yunani yang kita sebut juga sebagai bapak perintis biologi.

Ilmu Biologi sangat berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Biologi banyak digunakan untuk berbagai bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan lain sebagainya.

CABANG ILMU BIOLOGI

Anatomi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan tubuh makhluk hidup.

Bakteriologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk bakteri dan kehidupannya

Botani

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk tumbuhan dan kehidupannya

Ekologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya (habitat)

Embriologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pengkembangan suatu organisme semenjak berbentuk telur hingga menjadi embrio

Entomologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk serangga beserta kehidupannya

Evolusi

:

adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk perkembangan makhluk hidup mulai dari bentuk yang sederhana hingga yang kompleks.

Fisiologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk proses serta kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup

Genetika

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk penurunan sifat suatu makhluk hidup kepada keturunannya

Virologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk virus, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya

Zoologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk hewan serta kehidupannya.

Higien

:

adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pemeliharaan kesehatan manusia.

Sitologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada sel makhluk hidup.

Parasitologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya

Histologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada jaringan makhluk hidup

Mikrobiologi

:

adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk organisme renik (mikro) serta kehidupannya

Palaeontologi

:

ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk kehidupan makhluk hidup di masa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau




Template by : x-template.blogspot.com